Assalamu'alaikum Warihmatullohi Wabarokatuh ... Alhamdulillah saya masih bisa menulis artikel yg insya Allah bermanfaat bagi saya sendiri khususunya, umumnya bagi yang membaca ataupun hanya sekedar melihat saja :).
Di artikel sebelumnya saya sudah menerangkan tentang Rukun Islam dan Rukun Iman, Kali ini saya akan membahas mengenai Rukun Iman yang ke-2, yaitu Iman kepada Malaikat Allah. Baik kalau begitu kita langsung saja.Tapi sebelum ke intinya saya akan menjelaskan dulu Pengertian dan Sifat-sifat Malaikat.
Penggunaan kata
malaikat dalam bahasa Indonesia biasanya dianggap berbentuk tunggal, sama dengan
kata ulama. Dalam bahasa Arab–dari mana kata-kata itu berasal–keduanya
merupakan bentuk jamak dari kata malak (ملك) untuk malaikat dan ‘alim
(عالم) untuk ulama. Ada ulama yang berpendapat
bahwa kata malak, terambil dari kata alaka (ألك) malaikah (ملكة) yang berarti mengutus
atau perutusan/risalah. Malaikat adalah utusan-utusan Tuhan untuk berbagai
fungsi.
Ada juga yang
berpendapat bahwa kata malak terambil dari kata (ada khat Arab) la’aka
yang berarti menyampaikan sesuatu. Malak/Malaikat adalah makhluk yang
menyampaikan sesuatu dari Allah SWT. Kalau dari segi kebahasaan memberikan
pengertian seperti itu, apakah pengertiannya menurut agamawan? Banyak ulama
berpendapat bahwa malaikat adalah: Makhluk halus yang diciptakan Allah dari
cahaya yang dapat berbentuk dalam aneka bentuk, taat mematuhi perintah Allah,
dan sedikit pun tidak pernah membangkang.
Mantan Mufti
Mesir, Muhammad Sayyid Thanthawi, menulis dalam bukunya, al-Qishash Fi
al-Qur’an (Kisah-kisah dalam al-Qur’an), bahwa: Malaikat adalah tentara
Allah. Tuhan menganugerahkan kepada mereka akal dan pemahaman, menciptakan bagi
mereka naluri untuk taat, serta memberi mereka kemampuan untuk berbentuk dengan
berbagai bentuk yang indah dan kemampuan untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan
yang berat.
Menurut Drs.
Syahminan Zaini, Malaikat adalah suatu makhluk ghaib yang diciptakan oleh Allah
dari Nur (= cahaya).
Menurut Sayyid
Sabiq, Malaikat adalah makhluk halus yang samar dan tidak bisa dipanca indra.
Malaikat tidak berwujud fisik yang dapat ditangkap oleh indra. Mereka termasuk
makhluk di luar alam yang riil atau tidak dapat dilihat. Tak ada yang
mengetahui hakikatnya kecuali Allah.
Menurut Muhammad
‘Abduh malaikat adalah makhluk-makhluk ghaib yang tidak diketahui hakekatnya,
tetapi harus dipercaya wujudnya.
Malaikat diciptakan
oleh Allah SWT. dari cahaya, seperti yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW.:
خُلِقَتْ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ وَخُلِقَ
الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُم
Artinya: “Malaikat itu diciptakan dari cahaya, jin
diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang telah diterangkan
kepada mu semua.” (H.R. Muslim,
Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
B.
Sifat Malaikat
Sifat-sifat
malaikat yang diyakini oleh umat Islam adalah sebagai berikut:
a.
Selalu bertasbih siang dan malam tidak pernah berhenti.
b.
Suci dari sifat-sifat manusia dan jin, seperti hawa nafsu, lapar,
sakit, makan, tidur, bercanda, berdebat, dan lainnya.
c.
Selalu takut dan taat kepada Allah.
f.
Bisa terganggu dengan bau tidak sedap, anjing dan patung.
g.
Tidak makan dan minum.
i.
Memiliki kekuatan
dan kecepatan cahaya.
Malaikat tidak pernah lelah dalam melaksanakan apa-apa yang
diperintahkan kepada mereka. Sebagai makhluk ghaib, wujud Malaikat tidak dapat
dilihat, didengar, diraba, dicium dan dirasakan oleh manusia, dengan kata lain
tidak dapat dijangkau oleh panca indera, kecuali jika malaikat menampakkan diri
dalam rupa tertentu, seperti rupa manusia. Ada pengecualian terhadap kisah
Muhammad yang pernah bertemu dengan Jibril dengan menampakkan wujud aslinya,
penampakkan yang ditunjukkan kepada Muhammad ini sebanyak 2 kali, yaitu pada
saat menerima wahyu dan Isra’ dan Mi'raj. Beberapa nabi dan rasul telah ditampakkan
wujud malaikat yang berubah menjadi manusia, seperti dalam kisah Ibrahim, Luth,
Maryam, Muhammad dan lainnya. Berbeda
dengan ajaran Kristen dan Yahudi, Islam tidak mengenal istilah “Malaikat Yang
Terjatuh” (Fallen Angel). Azazil yang kemudian mendapatkan
julukan Iblis, adalah nenek moyang Jin, seperti Adam nenek moyang manusia.
Jin adalah makhluk yang dicipta oleh Allah dari ‘api yang tidak berasap’,
sedang malaikat dicipta dari cahaya.
j.
Gagah
Teks/ Matan Hadits:
عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ أَيضاً قَال: بَيْنَمَا نَحْنُ
جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ
عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ لاَ
يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ.... رواه مُسلِمٌ
Artinya: Dari Umar radhiallahu ‘anhu, dia menceritakan, “Ketika kami
sedang duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba
muncul seorang laki-laki yang pakaiannya sangat putih, rambutnya sangat
hitam, pada dirinya tidak ada bekas-bekas datang dari perjalanan,.......
(HR. Muslim, no. 1)
k. Malu
Rasul
menyandangkan kepada malaikat sifat “malu”. Suatu hari, beliau berbaring di
rumah sambil membiarkan kedua betisnya terbuka. Ketika Abu Bakar RA.
mememinta izin untuk masuk, beliau mempersilahkan tanpa mengubah posisinya,
demikian juga Umar RA. masuk dan berbincang dengan beliau. Akan tetapi,
ketika Utsman RA.
masuk beliau duduk dan merapikan pakaian. Setelah mereka semua kembali ‘Aisyah
RA., yang mengamati keadaan Rasul seperti diuraikan di atas, bertanya mengapa
beliau duduk dan merapikannya hanya ketika Utsman RA. masuk, tidak sewaktu Abu
Bakar dan Umar RA. masuk? Beliau menjawab:
أَلَا أَسْتَحِي مِنْ رَجُلٍ تَسْتَحِي
مِنْهُ الْمَلَائِكَةُ
Artinya: “Apakah aku tidak pantas malu kepada seseorang yang malaikat (pun) malu kepadanya ?” (HR. Muslim melalui ‘Aisyah)
Malaikat Jibril
Nabi Muhammad
SAW.
pernah dua kali melihat malaikat Jibril dalam bentuk aslinya. Ini berdasarkan
beberapa riwayat yang rangkaian perawi-perawinya sangat terpercaya, antara lain
istri Nabi Muhammad SAW., Aisyah RA. bertanya kepada Nabi tentang firman Allah:
“Dan sesungguhnya (Muhammad) itu melihatnya di ufuk yang terang” (QS. At-Takwir
: 23) dan firman-Nya: “Dan sesungguhnya (Muhammad) telah melihatnya pada waktu
yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha” (QS. An-Najm : 13-14),
Nabi SAW menjawab:
إِنَّمَا هُوَ جِبْرِيلُ لَمْ أَرَهُ عَلَى
صُورَتِهِ الَّتِي خُلِقَ عَلَيْهَا غَيْرَ هَاتَيْنِ الْمَرَّتَيْن
Artinya: “Itu tidak lain kecuali malaikat Jibril, saya
melihatnya dalam bentuk yang diciptakan Allah kecuali dalam dua kesempatan itu”
(HR. Muslim)
Di tempat lain,
Muslim meriwayatkan bahwa ‘Aisyah RA.
ditanya tentang makna firman Allah: “kemudian dia mendekat, lalu bertambah
dekat lagi” (QS. An-Najm : 8). Maka beliau menjawab:
إِنَّمَا ذَاكَ جِبْرِيلُ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْتِيهِ فِي صُورَةِ الرِّجَالِ وَإِنَّهُ أَتَاهُ فِي
هَذِهِ الْمَرَّةِ فِي صُورَتِهِ الَّتِي هِيَ صُورَتُهُ فَسَدَّ أُفُقَ السَّمَاء
Artinya: “Itulah
Jibril as. sering kali ia datang kepada beliau (Nabi SAW) dalam bentuk seorang
pria, dan beliau kali ini dikunjungi dalam bentuk yang asli maka ia menutup
seluruh ufuk.” (HR. Muslim)
Imam Bukhari
meriwayatkan melalui shahabat Nabi SAW., Abdullah Ibn Mas’ud, bahwa Nabi SAW.,
أَنَّهُ رَأَى جِبْرِيلَ لَهُ سِتُّ مِائَةِ
جَنَاحٍ
Artinya: “Melihat
Jibril memiliki enam ratus sayap.” (HR. Bukhari)
Malaikat Mikail
bertugas
membagikan rezki kepada seluruh mahluk hidup.
Malaikat Izrail
bertugas
mencabut nyawa seluruh mahluk hidup
Malaikat Israfil
Dia
diserahi tugas meniup sangkakala atas perintah Rabb-nya dengan tiga kali
tiupan. Pertama adalah tiupan keterkejutan, tiupan kedua adalah tiupan kematian
dan tiupan ketiga adalah tiupan kebangkitan.
Munkar dan Nakir
Terdapat
penyebutan dengan mereka di dalam hadits Abu Hurairah RA., Rasulullah SAW.
bersabda, “Tatkala orang yang mati telah dikubur, datanglah kepadanya dua
malaikat yang hitam kebiruan, salah satu diantara keduanya dinamakan Munkar dan
yang lainnya dinamakan Nakir”
Malaikat Rakib
bertugas
untuk encatat amal perbuatan baik Manusia
Malaikat Atid
bertugas
mencatat amal perbuatan buruk manusia
Malaikt Malik
Malaikat merupakan Malaikat penjaga neraka, sebagaimana firman Allah SWT :
“Mereka berseru, ‘Hai Malik, biarlah Rabb-mu membunuh kami
saja’. Dia menjawab, ‘Kamu akan tetap tinggal (di Neraka ini)’. Sesungguhnya
Kami telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan diantara kamu benci
kepada kebenaran itu”
Malaikat Ridhwan
Dia
adalah penjaga Surga. Ada sebagian hadits yang dengan jelas menyebutkan dirinya
(al Bidaayah wan Nihaayah I/45).
Selain malaikat yang di riwayatkan di atas, inilah
Malaikat mungkin kamu belum Mengetahui nama dan tugasnya :
Malaikat
Zabaniah, 19 malaikat penyiksa dalam neraka yang sangat bengis
dan kasar.
Malaikat
Hamalat Al’ Arsy, 4 malaikat pembawa Arsy Allah SWT saat ini dan pada hari kiamat akan ditambah
jumlahnya menjadi 8.
Malaikat
Harut Dan Marut, kedua malaikat yang dijadikan manusia dan
diuji oleh Allah SWT.
Malaikat
Dar’dail, yang bertugas mencari manusia yang berdoa, bertaubat
dan lainnya pada bulan ramadhan.
Malaikat
Kiraman Katibin, yang bertugas sebagai pencatat yang mulia
kepada jin dan manusia.
Malaikat
Mu’aqqibat, yang bertugas memelihara manusia dari kematian sampai
waktu yang telah ditetapkan yang datang silih berganti.
Malaikat
Arham, yang bertugas untuk menetapkan rezeki, ajal,
keberuntungan dan lainnya pada 4 bulan kehamilan.
Malaikat
Jundallah, yang bertugas sebagai malaikat perang yang membantu
nabi dalam peperangan.
Malaikat
Ad-Dam’u, malaikat yang
selalu menangis jika melihat kesalahan manusia.
Malaikat
An-Nuqmah, malaikat yang selalu berurusan dengan unsur api dan
duduk di singgasana berupa nyala api. Dia memiliki wajah kuning tembaga.
Malaikat
Ahlul Adli, malaikat yang memiliki ukuran besar melebihi ukuran
bumi beserta isinya dan dia memiliki 70 ribu kepala.
Malaikat
Berbadan Api Dan Salju, malaikat yang memiliki ukuran besar dengan
tubuh setengah api dan setengah salju serta dikelilingi oleh pasukan malaikat
yang tidak pernah berhenti berdzikir.
Malaikat
Pengurus Hujan, yang bertugas mengurus hujan menurut
kehendak allah.swt.
Malaikat
Penjaga Matahari, 9 malaikat yang bertugas menghujani
matahari dengan salju.
Malaikat
Rahmat, yang bertugas sebagai penyebar keberkahan, rahmat,
permohonan ampun dan pembawa roh orang-orang saleh, ia datang bersama malaikat
maut dan malaikat azab.
Malaikat
Azab,
yang bertugas sebagai pembawa roh orang-orang kafir, zalim, munafik. Ia datang
bersama malaikat rahmat dan malaikat maut.
Malaikat
Pembeda Haq Dan Bathil, yang bertugas membedakan antara
tindakan yang benar dan salah kepada manusia.
Malaikat
Penentram Hati, yang bertugas meneguhkan pendirian seorang
mukmin.
Malaikat
Penjaga 7 Pintu Langit, yang bertugas menjaga 7 pintu langit.
Mereka diciptakan oleh ALLAH SWT sebelum langit dan bumi ada.
Malaikat
Pemberi Salam Ahli Surga, yang bertugas sebagai pemberi salam
kepada ahli-ahli surga.
Malaikat
Pemohon Ampun Untuk Orang Beriman, para malaikat yang berada
disekeliling Arsy yang memohonkan ampunan bagi kaum yang beriman.
Malaikat
Pemohon Ampun Bagi Manusia Dibumi, para malaikat yang
bertasbih memuji Allah SWT dan
memohonkan ampun bagi manusia-manusia dibumi.
Malaikat
Pendamping Malaikat Maut, malaikat ini berjumlah 70.000, mereka
datang mendampingi dan ikut mendoakan apabila malaikat maut hendak mencabut
nyawa orang-orang mukmin.
" Masukan, Kritik, dan Saran dari kalian yang sudah membaca artikel saya akan sangat membantu saya untuk memberikan informasi yang lebih baik lagi "
Lihat Juga : https://Q1103.BLOGSPOT.COM/
https://MCQUIN95.BLOGSPOT.COM/
http://blogersislam.blogspot.co.id/2016/01/rukun-islam-dan-rukun-iman.html
Like dan Share :)
Beri G+1 jika artikel saya bermanfaat :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar